<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Pengobatan Tradisional Tiongkok</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/6951" rel="alternate"/>
<subtitle>Repositori milik Jurusan  Pengobatan Tradisional Tiongkok</subtitle>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/6951</id>
<updated>2026-04-25T15:28:42Z</updated>
<dc:date>2026-04-25T15:28:42Z</dc:date>
<entry>
<title>Efektivitas Terapi Akupunktur Terhadap Perubahan Kadar Kolesterol Darah Pada Penderita Dislipidemia Sindrom Dahak dan Retensi Lembab</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8008" rel="alternate"/>
<author>
<name>Abdurrahman Sholeh</name>
</author>
<author>
<name>Stefanus Aditya</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8008</id>
<updated>2025-11-19T06:57:38Z</updated>
<published>2025-11-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efektivitas Terapi Akupunktur Terhadap Perubahan Kadar Kolesterol Darah Pada Penderita Dislipidemia Sindrom Dahak dan Retensi Lembab
Abdurrahman Sholeh; Stefanus Aditya
Latar Belakang:  Peningkatan penyakit tidak menular (PTM), khususnya dislipidemia, menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Dislipidemia berkontribusi pada risiko penyakit kardiovaskular melalui akumulasi lipid dalam darah. Pengobatan konvensional umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun pendekatan komplementer seperti akupunktur dari pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) mulai dilirik sebagai alternatif yang efektif. Akupunktur
dipercaya dapat menyeimbangkan energi tubuh dan meningkatkan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi akupunktur terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada pasien dislipidemia sebagai upaya pengelolaan PTM yang lebih holistik..
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Terapi Akupunktur Terhadap Perubahan Kadar Kolesterol Darah Pada Penderita dislipidemia sindrom dahak dan retensi lembab.
Metode:  penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain preeksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 30 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di klinik akupunktur, Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi Akupunktur dua kali seminggu sebanyak 6 kali dan dilakukan cek total kolesterol darah sebelum dan
setelah di lakukan terapi. Hasil: Rata-rata kadar kolesterol sebelum terapi adalah 255,50 mg/dL dan menurun menjadi 251,37 mg/dL setelah terapi, dengan rata-rata penurunan 4,13 mg/dL. Uji
Paired Sample t-Test menunjukkan p-value &lt; 0,001, menandakan perbedaan signifikan secara statistik. Hasil ini mendukung efektivitas akupunktur dalam membantu menurunkan kadar kolesterol darah sesuai prinsip TCM. Kesimpulan: Terapi akupunktur secara teratur pada titik ST36, ST40, LI4, LI11,
SP6, CV4, CV6, CV12, LV3, dan ST25 efektif membantu menurunkan kadar kolesterol darah pada penderita dislipidemia sindrom dahak dan retensi lembab.
</summary>
<dc:date>2025-11-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efektivitas Akupunktur Pada Penderita Gangguan Menstruasi Sindroma Qi Xu di Klinik Akupunktur Darma Bakti, Bandung</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8007" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fergie Meilani Elizabeth</name>
</author>
<author>
<name>Stefanus Aditya</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8007</id>
<updated>2025-11-19T06:53:32Z</updated>
<published>2025-11-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efektivitas Akupunktur Pada Penderita Gangguan Menstruasi Sindroma Qi Xu di Klinik Akupunktur Darma Bakti, Bandung
Fergie Meilani Elizabeth; Stefanus Aditya
Latar Belakang:  Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang dialami oleh
setiap wanita sebagai tanda kematangan seksual. Namun, gangguan menstruasi seperti
siklus tidak teratur, perdarahan berlebihan, atau nyeri haid sering terjadi dan dapat
memengaruhi kualitas hidup wanita secara fisik, psikologis, dan sosial. Dalam
pendekatan TCM, gangguan menstruasi dipandang sebagai ketidakseimbangan Qi dan
darah, yang salah satunya dapat disebabkan oleh sindrom defisiensi Qi (Qi Xu). Salah
satu terapi yang digunakan dalam TCM untuk mengatasi gangguan ini adalah
akupunktur. Dimana akupunktur bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu untuk
menyeimbangkan aliran energi tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengatur
fungsi hormonal. 
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi akupunktur pada
penderita gangguan menstruasi dengan sindroma Qi Xu di Klinik Akupunktur Darma
Bakti, Bandung.
Metode:  penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen, jenis kuantitatif
dengan populasi sebanyak 40 dan sampling sebanyak 30 dengan kriteria inklusi dan
ekslusi. Subjek penelitian dari bulan april-juni 2025 di Klinik Akupunktur Darma Bakti,
Bandung, Jawa Barat. Sampel Wanita berusia 17-55 tahun dengan terapi akupunktur
sebanyak 10x dengan periode 2x minggu.
Hasil:  Hasil Uji-t Berpasangan menunjukkan nilai t-statistik adalah 7,097 dengan
derajat kebebasan (df) 29. Nilai p (two-tailed) yang diperoleh adalah 0,0000000828.
jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, yakni =0.05.
Kesimpulan:   terapi akupunktur efektif dalam mengurangi volume perdarahan
menstruasi pada penderita gangguan menstruasi dengan sindrom Qi Xu.
</summary>
<dc:date>2025-11-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efektivitas Titik-titik Akupunktur LI4 (Hesgu), LI11 (Quchi), ST36 (Zusanli), SP10 (Xuehai) dan BL17 (Geshu) Terhadap Penderita Stroke Sindrom Darah Sattis di Acupuncture Center DB</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8006" rel="alternate"/>
<author>
<name>Charly Senjaya</name>
</author>
<author>
<name>Stefanus Aditya</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8006</id>
<updated>2025-11-19T06:48:12Z</updated>
<published>2025-11-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efektivitas Titik-titik Akupunktur LI4 (Hesgu), LI11 (Quchi), ST36 (Zusanli), SP10 (Xuehai) dan BL17 (Geshu) Terhadap Penderita Stroke Sindrom Darah Sattis di Acupuncture Center DB
Charly Senjaya; Stefanus Aditya
Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan
dengan angka kejadian yang terus meningkat. Dalam Pengobatan Tradisional
Tiongkok (PTT), banyak kasus stroke iskemik diklasifikasikan sebagai sindrom
darah stasis, yang ditandai dengan sumbatan aliran Qi dan darah pada meridian
otak. Akupunktur dipercaya dapat membantu memulihkan fungsi motorik dengan
melancarkan sirkulasi darah dan energi vital. 
Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi titik akupunktur LI4 (Hegu), LI11
(Quchi), ST36 (Zusanli), SP10 (Xuehai), dan BL17 (Geshu) terhadap peningkatan
fungsi motorik pada klien stroke dengan sindrom darah stasis. 
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan
one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 klien stroke iskemik dari populasi 58 klien
dengan sindrom darah stasis di Acupuncture Center DB Bandung diberikan terapi
akupunktur dua kali per minggu selama empat minggu. Fungsi motorik dinilai
menggunakan Indeks Barthel sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data
dilakukan dengan uji normalitas, uji T berpasangan, dan uji Wilcoxon.
</summary>
<dc:date>2025-11-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Kencur Dalam Meredakan Gejala Batuk Pada Anak Akibat Sindrom Angin Dingin</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8005" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dani Adiawan</name>
</author>
<author>
<name>Muslihatin Khuril Rosyida</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8005</id>
<updated>2025-11-05T08:52:40Z</updated>
<published>2025-11-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kencur Dalam Meredakan Gejala Batuk Pada Anak Akibat Sindrom Angin Dingin
Dani Adiawan; Muslihatin Khuril Rosyida
Latar Belakang : Sindrom angin dingin merupakan gangguan kesehatan umum pada anak yang ditandai dengan batuk, hidung tersumbat, dan produksi dahak encer. Kencur (Sh Jing) sebagai herbal tradisional Tiongkok diketahui memiliki sifat hangat dan pedas yang berpotensi meredakan gejala tersebut. 
Tujuan: Mengetahui efektivitas kencur dalam mengurangi frekuensi dan intensitas batuk pada anak dengan sindrom angin dingin berdasarkan parameter Traditional Tiongkok dan penilaian klinis.                                                                                                  Metode: Penelitian menggunakan kuesioner observasional dengan skala penilaian frekuensi batuk (0-5) dan intensitas batuk (0-10). Partisipan terdiri dari 30 anak usia 2-12 tahun yang diberikan terapi kencur selama 7 hari. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik parametrik.                                                                     Hasil:Terdapat penurunan signifikan pada frekuensi batuk (rerata dari skala 4 menjadi 2) dan intensitas batuk (rerata dari skala 7 menjadi 3). Gejala penyerta seperti hidung tersumbat dan produksi dahak juga menunjukkan perbaikan. Tidak dilaporkan efek samping serius.                                                                                                                Kesimpulan: Kencur efektif meredakan gejala batuk pada anak dengan sindrom angin dingin berdasarkan kriteria tradisional chinese medice. Penelitian lanjutan dengan desain lebih ketat dan sampel lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.
</summary>
<dc:date>2025-11-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
