<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Koleksi Skripsi</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7231" rel="alternate"/>
<subtitle>Perpustakaan Jurusan  Sarjana Keperawatan Repository</subtitle>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7231</id>
<updated>2026-04-25T13:54:23Z</updated>
<dc:date>2026-04-25T13:54:23Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Kebiasaan Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8019" rel="alternate"/>
<author>
<name>Aditya Kusuma Wijaya Satya Pratama</name>
</author>
<author>
<name>Mila Sartika</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8019</id>
<updated>2026-02-25T08:31:14Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kebiasaan Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi
Aditya Kusuma Wijaya Satya Pratama; Mila Sartika
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, pola makan yang tidak seimbang, serta kebiasaan melewatkan sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah pembiasaan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa sarapan pagi telur ayam rebus diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil: Sebelum intervensi, 41 siswi (64,1%) berada pada kategori anemia dan 23 siswi (35,9%) tidak anemia. Setelah intervensi, jumlah siswi tidak anemia meningkat menjadi 53 orang (82,8%), sedangkan 11 siswi (17,2%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna secara statistik (Z = –6,192; p = 0,000). Kesimpulan: Sarapan pagi telur ayam rebus berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi.
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Mengonsumsi Jus Bayam Merah dan Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi yang Mengalami Anemia di MAN 1 Kabupaten Bekasi Tahun 2025</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8018" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maulida Fatimah Lestari</name>
</author>
<author>
<name>Mila Sartika</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8018</id>
<updated>2026-02-25T08:28:55Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Mengonsumsi Jus Bayam Merah dan Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi yang Mengalami Anemia di MAN 1 Kabupaten Bekasi Tahun 2025
Maulida Fatimah Lestari; Mila Sartika
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah batas normal dan sering dialami remaja putri akibat menstruasi, kurangnya asupan zat besi, serta pola makan tidak seimbang. Data Puskesmas Cikarang tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Upaya penanganan dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis berbasis pangan lokal. Bayam merah dan kurma mengandung zat besi, folat, dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dan kurma terhadap kadar hemoglobin pada siswi anemia. Metode: Penelitian menggunakan desain preeksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 53 siswi dengan kadar hemoglobin &lt;12 g/dL. Intervensi jus bayam merah dan kurma diberikan sekali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan penelitian telah memperoleh persetujuan etik. Hasil: Sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami anemia. Setelah intervensi, 47 siswi (88,7%) mencapai kategori tidak anemia dan 6 siswi (11,3%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p&lt;0,05 sehingga terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan. Kesimpulan: Konsumsi jus bayam merah dan kurma berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi serta mendorong konsumsi pangan kaya zat besi pada remaja putri.
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Faktor Risiko Pola Makan dan Aktivitas Olahraga Dengan Angka Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8017" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wisnu Reza Sabara</name>
</author>
<author>
<name>Yana Setiawan</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8017</id>
<updated>2026-02-25T08:21:44Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Faktor Risiko Pola Makan dan Aktivitas Olahraga Dengan Angka Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021
Wisnu Reza Sabara; Yana Setiawan
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah ateri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko pola makan dan aktivitas olahraga yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner di klinik jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 62 responden, teknik pengumpulan data dengan cara accidental sampling dan alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik pola makan dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,000 dengan OR 13,750, 95% CI (2696-70.118). Hasil uji statistik aktivitas olahraga dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,799 dengan OR 1,152, 95% CI (413-3.281). Dari hasil diatas menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta dan tidak ada hubungan signifikan aktivitas olahraga dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih. Saran bagi perawat untuk meberikan penyuluhan kesahatan tentang pola makan dan aktivitas olahraga pada pasien jantung koroner dengan menggunakan leaflet dan lembar balik, sehingga pasien mengetahui bahwa kebiasaan pola makan yang baik dan aktivitas olahraga rutin dapat mencegah terjadinya PJK.
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VI di SDN Cileduk 03 Kabupaten Bekasi</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8016" rel="alternate"/>
<author>
<name>Laeli Sabita</name>
</author>
<author>
<name>Yulidian Nurpratiwi</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8016</id>
<updated>2026-02-10T02:24:41Z</updated>
<published>2026-02-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VI di SDN Cileduk 03 Kabupaten Bekasi
Laeli Sabita; Yulidian Nurpratiwi
Masa remaja adalah periode transisi perkembangan dari masa anak-anak menuju dewasa,.yang ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi. Pada remaja putri, salah satu tandanya adalah menstruasi. Ketidaksiapan remaja.putri ketika menghadapi.menarche dapat dipengaruhi.oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan informasi serta kurangnya dukungan dari ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui.hubungan dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche pada siswi di SDN Ciledug 03. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional menggunakan desain penelitian korelasional. sampel pada penelitian ini sebanyak 72 siswi yang dihitung menggunakan teknik  total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dukungan ibu dan kesiapan remaja menghadapi menarche. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No;005215/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Data dianalisis menggunakan uji spearman rank test didapatkan hasil signifikansi atau sig-2 tailed 0,000&lt;0,05 yang berarti adanya hubungan antara Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan 0,699 yang dapat diartikan hubungan kuat. Diharapkan remaja putri dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi menarche, sementara ibu diharapkan memberikan dukungan dan informasi yang tepat guna mendukung kesiapan remaja.
</summary>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
