<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Perpustakaan</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7644" rel="alternate"/>
<subtitle>Perpustakaan Jurusan  Sarjana Kebidanan Repository</subtitle>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7644</id>
<updated>2026-04-25T13:54:22Z</updated>
<dc:date>2026-04-25T13:54:22Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan di TPMB Bidan Nur Asiah di Perumnas Blok LD No. 18 di Karawang Tahun 2025</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7991" rel="alternate"/>
<author>
<name>Musmundiroh</name>
</author>
<author>
<name>Nur Asiah</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7991</id>
<updated>2025-10-22T07:20:04Z</updated>
<published>2025-10-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan di TPMB Bidan Nur Asiah di Perumnas Blok LD No. 18 di Karawang Tahun 2025
Musmundiroh; Nur Asiah
Latar belakang: Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga dapat meningkat kan kualitas tidur,  Masalah tidur pada bayi dan balita sebagian besar seperti kesulitan untuk tidur, bangun saat  malam disertai anak mudah menangis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat pada bayi 0-12 bulan Di TPMB Bidan Nur asiah Di Perumnas Blok LD No 18 Di Karawang. Subyek dan metode: Menggunakan Metode kuantitatif dengan dengan desain preetest dan posttest. Populasi dalam penelitian 40 bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Kualitas tidur bayi 0-12 bulan dengan kategori kurang tidur terdapat 32 bayi dan balita (80%), dan kategori kualitas cukup tidur terdapat 8 bayi (20%).  Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0.000 (p &lt; 0.05), yang berarti terdapat adanya pengaruh pijat pada kualitas tidur bayi usia 0- 12 bulan. Kesimpulan: Pemijatan pada bayi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala, dimulai dari usia 0 bulan, minimal setiap satu bulan 2 kali, baik itu oleh orang tua maupun oleh tenaga profesional yang sudah bersertifikat
</summary>
<dc:date>2025-10-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Hipermessi Gravidarum Pada Ibu Hamil di Trimester 1 di RS DKH Sukatani Tahun 2025</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7990" rel="alternate"/>
<author>
<name>Usniyah</name>
</author>
<author>
<name>Yulianti</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7990</id>
<updated>2025-10-22T07:18:29Z</updated>
<published>2025-10-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Hipermessi Gravidarum Pada Ibu Hamil di Trimester 1 di RS DKH Sukatani Tahun 2025
Usniyah; Yulianti
Latar Belakang : Pada tahun 2021, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa jumlah HEG mencapai 12,5% dari jumlah seluruh kehamilan di Dunia, di Indonesia data ibu dengan HEG mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan dan di Jawa Barat data HEG mencapai 14,2%. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Hiperemesis Gravidarum Di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan Cross Sectional adalah pendekatan penelitian dimana waktu yang bersamaan dalam waktu periode tertentu. Sampel berjumlah 51 ibu hamil yang rawat inap Trimester 1. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value &lt;0,05) antara umur ibu (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerja (p=0,039), pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara umur ibu, paritas, pekerja dan pendidikan.
</summary>
<dc:date>2025-10-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Tahun 2025</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7989" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nabillah Nuraeni</name>
</author>
<author>
<name>Neneng Julianti</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7989</id>
<updated>2025-10-22T07:16:32Z</updated>
<published>2025-10-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Tahun 2025
Nabillah Nuraeni; Neneng Julianti
Latar belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai. Kondisi ini berdampak negatif tidak hanya pada kualitas hidup anak tetapi juga pada beban ekonomi dan sosial keluarga serta masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin pada tahun 2025. Metode penelitian : analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 57 responden ibu dengan anak balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada ibu kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 (47,4%) anak balita mengalami diare, hampir seluruh responden 38 (66,7%) memiliki pengetahuan kurang tentnag diare, hampir sebagian dari responden 28 (49,1%) memiliki lingkungan tidak bersih dan hampir sebagian responden 21 (36,8%) mengkonsumsi makanan tidak layak. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p = 0,000; OR = 1,11), kondisi lingkungan yang kurang sehat (p = 0,002; OR = 2,25), serta kelayakan makanan yang dikonsumsi anak (p = 0,000; OR = 3,79). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, kondisi lingkungan, dan makanan dengan kejadian diare.
</summary>
<dc:date>2025-10-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025</title>
<link href="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7988" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nabela Aulia Fitriyani Anggara</name>
</author>
<author>
<name>Neneng Julianti</name>
</author>
<id>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7988</id>
<updated>2025-10-22T07:14:43Z</updated>
<published>2025-10-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025
Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Neneng Julianti
Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
</summary>
<dc:date>2025-10-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
