<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7076">
<title>Perpustakaan</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7076</link>
<description>Perpustakaan Jurusan  Sarjana Gizi Repository</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8013"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7099"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7098"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7097"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T13:54:24Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8013">
<title>Gambaran Penerapan Prinsip-Prinsip Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Dalam Penyelenggaraan Makanan Lauk Hewani di Instalasi Gizi RS Sentra Medika Cibinong</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/8013</link>
<description>Gambaran Penerapan Prinsip-Prinsip Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Dalam Penyelenggaraan Makanan Lauk Hewani di Instalasi Gizi RS Sentra Medika Cibinong
Dandi Sanjaya; Maharani Zalianty
Latar Belakang : Penyelenggaraan makanan lauk hewani di rumah sakit berisiko tinggi kontaminasi, sehingga memerlukan sistem preventif seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan meninjau kelayakan penerapan prinsip HACCP pada alur penyelenggaraan makanan lauk hewani di Instalasi Gizi RS Sentra Medika Cibinong. Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, populasi meliputi proses dan personel instalasi gizi, dengan sampel purposive informan kunci seperti kepala instalasi dan petugas pengolahan. Instrumen mencakup pedoman observasi, wawancara semi-terstruktur, dan checklist dokumen; analisis data tematik dengan triangulasi dan NVivo. Hasil : Hasil menunjukkan kelayakan tinggi HACCP di setiap tahap (penerimaan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, distribusi) didukung SOP, fasilitas pendingin, dan pengawasan higiene, meski ada kendala pelatihan personel. Kesimpulan : Kesimpulan menyatakan RS Sentra Medika siap implementasi HACCP untuk tingkatkan keamanan pangan pasien rentan.
</description>
<dc:date>2026-01-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7099">
<title>Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan Dengan Personal Hygiene Pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7099</link>
<description>Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan Dengan Personal Hygiene Pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong
Amanda Shifa Burhanuddinnisa; Utami Putri Kinayungan
Latar Belakang: Keamanan pangan merupakan upaya mencegah makanan dari
cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi
masalah global, termasuk di Indonesia, seperti kasus keracunan di Kabupaten
Bekasi dan Cikarang. Hal ini menunjukkan jajanan masih berisiko kurang higienis.
Banyak pedagang mengabaikan higiene karena keterbatasan informasi, modal, dan
bimbingan, padahal pengetahuan serta sikap sangat berperan dalam menjaga
personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan
sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pedagang jajanan di Desa Pasir
Gombong sebagai dasar edukasi dalam meningkatkan kualitas jajanan yang aman
bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan
rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di
Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan
kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi - Square untuk melihat hubungan variabel.
Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 1,000 (0.05). Hal tersebut
menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan
dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0, 170 (0.05)
Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan
pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia dewasa madya,
berpendidikan tinggi, memiliki pengalaman berdagang yang cukup lama,
berpenghasilan menengah ke atas, serta sebagian besar belum pernah mengikuti
pelatihan keamanan pangan dan personal hygiene. Secara umum, responden
memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang tergolong
baik. Namun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan
yang signifikan antara pengetahuan maupun sikap keamanan pangan dengan
perilaku personal hygiene (p &gt; 0,05).
</description>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7098">
<title>Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Monopoli Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Anemia Pada Siswi SMAN 3 Cikarang Utara</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7098</link>
<description>Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Monopoli Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Anemia Pada Siswi SMAN 3 Cikarang Utara
Sylvia Huriyanti Taufik; Utami Putri Kinayungan
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas generasi muda. Mengingat pentingnya edukasi gizi sebagai strategi preventif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media permainan monopoli terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Cikarang Utara pada bulan Juni 2025. Sampel sebanyak 92 siswi yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi gizi melalui permainan monopoli, sedangkan kelompok kontrol melalui metode ceramah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan (p =0,000) dan sikap (p = 0,000) pencegahan anemia sebelum dan sesudsh edukasi gizi melalui permainan monopoli dan metode ceramah. Kesimpulan: Edukasi gizi yang diberikan melalui media permainan monopoli dan metode ceramah menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri. Kedua metode tersebut efektif digunakan dalam menyampaikan informasi gizi, namun media permainan monopoli memberikan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.
</description>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7097">
<title>Hubungan Lama Kerja dan Pengetahuan Dengan Keterampilan Kader Pada Pengukuran Antropometri Balita di Posyandu Cikarang Selatan</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7097</link>
<description>Hubungan Lama Kerja dan Pengetahuan Dengan Keterampilan Kader Pada Pengukuran Antropometri Balita di Posyandu Cikarang Selatan
Deni Alamsah; Putri Budianingsih Dzandini
Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan  kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah  cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja  dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu  hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.
</description>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
