<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Sarjana Administrasi Kesehatan</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7033</link>
<description>Repositori milik Jurusan  Sarjana Administrasi Kesehatan</description>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 13:54:25 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-25T13:54:25Z</dc:date>
<item>
<title>Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Sirnajaya</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7054</link>
<description>Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Sirnajaya
Lyliana Endang Setianingsih; Nur Kholifah
Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, di mana rendahnya kinerja dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat dan pencapaian program kesehatan. Namun, di Puskesmas Sirnajaya masih ditemukan beberapa masalah seperti keterbatasan jumlah pegawai, kedisiplinan yang belum optimal, serta beban kerja yang tidak seimbang, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sirnajaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 41 responden (PNS dan PTT) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert dan data dianalisis dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pegawai memiliki kinerja baik (75,6%), sikap positif (70,7%), motivasi tinggi (80,5%), serta kepemimpinan mendukung (82,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,047), motivasi (p=0,047), dan kepemimpinan (p=0,031) dengan kinerja pegawai, sedangkan kemampuan (p=0,059) tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa kinerja pegawai lebih banyak berhubungan dengan faktor sikap, motivasi, dan kepemimpinan, sehingga diperlukan pembinaan berkelanjutan, kepemimpinan partisipatif, serta evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
</description>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7054</guid>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Faktor yang Memengaruhi Optimalisasi Peran Kader Dalam Penanganan Balita Berat Badan Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasari Cibitung Tahun 2025</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7053</link>
<description>Analisis Faktor yang Memengaruhi Optimalisasi Peran Kader Dalam Penanganan Balita Berat Badan Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasari Cibitung Tahun 2025
Emmelia Kristina Hutagaol; Tahta Tarzeti Ridayati
Latar Belakang: Balita dengan berat badan kurang (underweight) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Wanasari tahun 2024 terdapat 321 balita (6,1%) mengalami berat badan kurang, angka ini termasuk tertinggi ke-3 di Kabupaten Bekasi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat berperan penting dalam upaya deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Optimalisasi peran kader dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi peran kader posyandu dalam penanganan balita dengan berat badan kurang di wilayah kerja Puskesmas Wanasari Cibitung tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 206 kader posyandu, dengan sampel 127 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, motivasi, sikap, dan dukungan petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah peran kader. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sikap (p = 0,023; OR = 2,789) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,027; OR = 0,371) berhubungan signifikan dengan peran kader. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,530), pengetahuan (p = 0,633), dan motivasi (p = 0,041; OR = 0,479) menunjukkan hasil yang tidak sejalan dengan teori namun tetap signifikan secara statistik pada motivasi. Kesimpulan: Optimalisasi peran kader dalam penanganan balita berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor sikap dan dukungan petugas kesehatan, sementara pendidikan, pengetahuan, dan motivasi tidak berhubungan secara signifikan atau menunjukkan arah yang berlawanan dengan teori. Upaya peningkatan peran kader perlu difokuskan pada pembentukan sikap positif, pemberian dukungan yang tepat, serta pelatihan berkelanjutan agar kader lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.
</description>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7053</guid>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Perawat Dalam Menghadapi Akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2025</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7052</link>
<description>Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Perawat Dalam Menghadapi Akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2025
Afif Wahyudi Hidayat; Mohammad Haikhal Ramadani
Rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, baik sebagai tempat pelayanan, pendidikan tenaga kesehatan, maupun sebagai pusat rujukan dan penelitian. Oleh karena itu, untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan tertentu yang salah satunya diwujudkan melalui proses akreditasi. Motivasi perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yaitu tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dan mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat seperti kehilangan arah, beberapa perawat yang  melakukan akreditasi melakukannya dengan setengah hati. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Penelitian ini dilakukan 30 juni – 11 Agustus 2025 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang berjumlah 378 orang dan sampel 86 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p value = 0.000), tanggung jawab (p value = 0.000), hubungan interpersonal (p value = 0.000). Variabel yang tidak berhubungan pengawasan (p value = 1.000), prestasi (p value = 0.470), potensi pengembangan individu (p value = 1.000). Terdapat hubungan antara gaji atau tunjangan, tanggung jawab, hubungan interpersonal. Sedangkan pengaawasan, prestasi dan pengembangan potensi individu tidak berhubungan.
</description>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7052</guid>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2024</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7051</link>
<description>Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2024
Afif Wahyudi Hidayat; Julia; Muhamad Rizky Maulana
Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada evaluasi pelanggan terhadap aspek layanan kesehatan. Kualitas layanan bergantung pada pemahaman pasien, bukan hanya penyediaan layanan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan pasien BPJS Kesehatan dengan kualitas pelayanan kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi  dalam penelitian ini melibatkan pasien BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang,  Untuk mengumpulkan sampel dari 96 responden tersebut peneliti menggunakan rumus Lemeshow. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel. Kepuasan pasien adalah variabel dependen dari penelitian, dan variabel independennya dimensi (tangibles, reliability, response, assurance, emphaty). Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Variabel yang dievaluasi meliputi kegemaran pasien, bukti nyata, keberlanjutan, kereaktifan, kepastian, dan simpati, dengan signifikansi p &lt; 0,05. Penelitian ini menyatakan bahwa mayoritas pasien memandang layanan RS. Cikarang Medika tidak bagus. Dari 96 responden, 32 (33,0%) mengungkapkan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan, sementara 64 (66,7%) merasa puas dengan layanan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang sangat terkait dengan kualitas dan kualitas. Pasien dapat memilih untuk datang kembali dan memberikan informasi tentang layanan kesehatan dan pengobatan kepada orang lain.
</description>
<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7051</guid>
<dc:date>2024-09-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
