<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Koleksi Skripsi</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7057</link>
<description>Perpustakaan Jurusan  Sarjana Fisioterapi Repository</description>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 15:28:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-25T15:28:45Z</dc:date>
<item>
<title>Perbedaan Intervensi Core Stability dan Sit To Stand Terhadap Keseimbangan Dinamis Pada Anak Cerebral Palsy Diplegia di Klinik Tumbuh Kembang Anak RS Sentra Medika Cikarang</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7074</link>
<description>Perbedaan Intervensi Core Stability dan Sit To Stand Terhadap Keseimbangan Dinamis Pada Anak Cerebral Palsy Diplegia di Klinik Tumbuh Kembang Anak RS Sentra Medika Cikarang
Helmi Putra Suteja; Kirana Dewanty; Nabila Salsabillah Warasti
Latar Belakang : Anak dengan cerebral palsy diplegia sering mengalami gangguan keseimbangan dinamis akibat keterbatasan motorik. Intervensi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis dan mengurangi risiko jatuh. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas intervensi Core Stability dan Sit To Stand dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada anak cerebral palsy diplegia. Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pre-test dan post-test pada dua kelompok perlakuan. Sebanyak 24 anak cerebral palsy diplegia dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Core Stability dan kelompok Sit To Stand. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu. Hasil : Hasil penelitian menggunakan SPSS dengan hasil signifikan dengan hasil 0,00 dimana p value 0,05 yang berarti adanya perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok. Kesimpulan : Core Stability lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis dibandingkan dengan Sit To Stand pada anak cerebral palsy diplegia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi untuk anak dengan kondisi tersebut.
</description>
<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7074</guid>
<dc:date>2024-09-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Static Cycle dan Deep Breathing Exercise Pada Insan Pasca Stroke Dengan Penurunan Kardiorespirasi di RS Sentra Medika Cikarang</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7073</link>
<description>Pengaruh Static Cycle dan Deep Breathing Exercise Pada Insan Pasca Stroke Dengan Penurunan Kardiorespirasi di RS Sentra Medika Cikarang
Azahra Putri Prisila; Mariel Daba Sekar Sari Sius; Muhammad Rifki Aliwafa
Latar Belakang: Penyebab kematian tertinggi kedua di dunia di sebabkan oleh stroke dengan angka 15 juta jiwa setiap tahun nya. Rata-rata stroke bersifat iskemik karena terjadi penurunan aliran darah yang disebabkan oklusi arteri. Gejala stroke yang bersifat hemoragik sebesar 10-40% tergantung epidemiologi regional serta disebabkan pecahnya  arteri cerebral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh static cycle dan deep breathing exercise pada insan pasca  stroke dengan penurunan kardiorespirasi di RS Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain penelitian berupa pretest-posttest twogroup. Penelitian dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik Fisioterapi RS Sentra Medika Cikarang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 orang dan dibagi kedalam 2 kelompok perlakuan. Masing- masing kelompok perlakuan terdiri dari 8 orang.total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan kardiorespirasi pada insan pasca stroke sedangkan variabel independen adalah static cycle dan deep breathing exercise. Data dikumpulkan menggunakan pemeriksaan 6MWT pre-test dan post-test dengan metode shapiro wilk test. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh pemberian intervensi static cycle dengan intensitas ringan – sedang durasi  10 -15 menit didapatkan nilai p=0,0002 atau p&lt;0,05 dan deep breathing exercise didapatkan nilai p=0,0002 atau p&lt;0,05 dengan durasi 4- 5 menit menit.Kesimpulan:Dengan instrumen 6MTW untyk mengukur kebugaran kardiovaskuler secara pre test dan post test maka  hasil penelitian yang didapatkan berupa terdapat pengaruh pemberian static cycle dan deep breathing exercise pada insan pasca stroke dengan penurunan kardiorespirasi.
</description>
<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7073</guid>
<dc:date>2024-09-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise Dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7072</link>
<description>Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise Dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola
Maulida Indriani; Nabila Salsabillah Warasti
Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam
menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle.
Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM).  
Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p &lt; 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II.
Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7072</guid>
<dc:date>2024-06-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pemberian Core Strengthening dan Pelvic PNF Pada Keseimbangan Berdiri dan Berjalan Pada Lansia Pasca Stroke</title>
<link>https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7071</link>
<description>Pengaruh Pemberian Core Strengthening dan Pelvic PNF Pada Keseimbangan Berdiri dan Berjalan Pada Lansia Pasca Stroke
Bambang Purnomo Sidik; Mariel Daba Sekar Sari Sius
Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kedua dalam kematian dan ketiga 
kecacatan di dunia. Kematian mendadak beberapa sel otak yang disebabkan adanya kekurangan
oksigen ketika aliran darah ke otak karena penyumbatan atau pecah dari arteri ke otak. Akibat
stroke ditentukan bagian mana otak yang terjadi cedera (kanan atau kiri), hal ini mempengaruhi
perubahan yang terjadi setelah serangan stroke yaitu kelumpuhan sebagian belah tubuh
(hemiplegi) ataupun dimana sebelah bagian tubuh dirasakan tidak berasa (hemiparesis). Pasien
stroke akan mengalami gangguan keseimbangan. Tujuan : Mengetahui pengaruh penambahan
Core Stengthening dan Pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia.
Metode : Eksperimental dengan rancangan Three Group Pre Test dan Post Test. Responden
dipilih 3 kelompok, yaitu pada lansia post stroke dengan gangguan keseimbangan statis dan
dinamis. Setiap sampel diberikan perlakuan pemberian latihan core strengthening dan Pelvic
PNF. Hasil : Uji normalitas data menggunakan shapiro wilk test dengan p&gt;0,05. Berdasarkan
tabel uji normalitas menunjukkan distribusi data penelitian ini adalah normal, hasil unpaired
test mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk core strengthening pada kelompok perlakuan
menunjukkan terdapat perubahan  p value=&lt;0,0435, pelvic PNF menunjukkan ada perubahan
p value=&lt;0,0297. Core strengthening dan pelvic PNF menunjukkan perubahan signifikan
dengan p value=&lt;0,0012.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.medikasuherman.ac.id/xmlui/handle/123456789/7071</guid>
<dc:date>2024-06-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
