Abstract:
|
Latar Belakang : Tingkat pengetahuan dan kepatuhan adalah salah satu indikator penting
untuk menilai keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru. Faktor tesebut
menjadi salah satu penentu dalam terjadinya kenaikan atau penurunan angka morbiditas
tetrhadap penyakit tuberkulosis paru. Tujuan: Mengukur tingkat pengetahuan dan tingkat
kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di RSUD Kab. Bekasi. Metode: Desain
penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik observasional secara crosssectional dilakukan di RSUD Kab. Bekasi dengan sampel sebanyak 146 responden.
Pengambilan data menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan yang sudah tervalidasi
dengan nilai r Tabel 0,361 dan kepatuhan pasien pada pengobatan menggunakan kuisioner
Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian
didapat responden sebanyak 29,5% dengan usia terbanyak 26-35 tahun, 61% jenis kelamin
laki-laki, 63,7% pendidikan SMA, 75,3% bekerja, 87% memiliki pendampingan peran
PMO, 67,8% fase pengobatan lanjutan, 83,6% pasien kategori I dan uji statistik dengan
menggunakan uji chi-square menghasilkan nilai signifikansi p=0,000 dengan derajat
signifikansi a<0,05, yang menunjukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten
Bekasi. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat
kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi |